Stop Dreaming Start Action Sekarang Juga

Mulai Sekarang : , jika tidak sekarang kapan lagi ? Stop Dreaming Start Action (SDSA), saya menerjemahkannya “Berhenti Bermimpi Mulai Berbuat“. Bermimpi atau bercita-cita itu harus. Saat penjajahan dahulu, para pejuang Indonesia juga punya cita-cita yaitu “Indonesia Merdeka”. Dan para pahlawan kita tidak hanya diam menunggu sebuah keajaiban, tetapi mereka berbuat (Action) tidak sekadar bermimpi (Dreaming) bahkan langsung ke medan pertempuran walaupun sakit sebagaimana Jendral Sudirman. Dan konon saat pembacaan proklamasi Republik Indonesia, Ir. Sukarno pun dalam keadaan sakit.

Stop Dreaming Start Action, itu sangat penting bagi kita yang ingin berhasil. Banyak orang dalam melakakukan sesuatu hal itu justru mengalami permasalahan dalam hal memulai (action). Banyak pelajar atau mahasiswa yang sering kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugasnya termasuk skripsi, sama kesulitannya adalah bagaimana memulainya ? Tapi tatkala mereka berhenti mengangan-angan pekerjaan dan memulai untuk mengerjakan pekerjaanya, justru di situlah muncul ide-ide baru untuk menyelesaikan persoalannya. Ingat Thomas Alfa Edison penemu bola lampu, dia harus mengalami kegagalan (bahasa pemahaman bagi kita) beribu kali hingga akhirnya menemukan bagaimana cara membuat lampu yang benar. Dan apa katanya ? “Saya telah berhasil menemukan beribu cara yang salah dalam membuat lampu”.

Tidak jauh-jauh, dalam menulis tulisan seperti ini apa mungkin hanya dipikirkan saja kemudian akan menjadi sebuah tulisan ? Tidak !!! Dalam menulis ini diawali dari kata per-kata, hingga kalimat dan akhirnya jadi sebuah tulisan utuh. Dan tidak sama persis dengan angan-angan semula saat akan menulis, tetapi justru setelah ditulis menjadi lebih lengkap karena saat menulis beberapa paragraf muncul ide-ide lain yang dapat dimasukan dalam tulisan ini dan saling melengkapi yang mana sebelumnya tidak terpikirkan. Dengan memulai (action) menulis, akhirnya selesai sebuah tulisan ini.

BACA JUGA :   Contoh Karya Seni Tembaga dan Kuningan dari Cepogo bisa diorder dari Kabupaten Bireuen

Tidak salah apa yang disampaikan oleh para pakar dunia dalam kepenulisan bahwa ada 3 buah tahap untuk menjadi penulis yang berhasil : 1. Menulis, 2. menulis, dan 3. menulis (Afifah Afra Amatullah dalam artikel Menulis itu Mudah !)

Yakinlah, sudah banyak orang yang hanya sekadar bermimpi, tetapi jauh lebih sedikit orang yang berani memulai. Apa kita akan menjadi bagian dari kelompok orang-orang pemimpi saja tanpa action ?

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel dalam sebuah buku kenangan dalam rangka ulang tahun suatu organisasi mahasiswa dengan judul Keberanian, “Jika kita berani memulai maka sebenarnya kita telah mendapatkan separuh dari apa yang akan kita raih dari pekerjaan kita”.

Ada sederhana namun sangat mendasar yang di cetuskan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym), yaitu 3 M :

1. Mulai dari yang kecil,
2. Mulai dari diri sendiri, dan
3. Mulai dari sekarang.

Saya kira 3 hal tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita semua, namun saya kira masih sedikit yang menjalankannya, nggak percaya ? Coba deh di lakukan poling untuk itu..he..he..he…

Di akhir tulisan ini saya akan menuliskan sebuah puisi tulisan saya pribadi yang tentunya menarik dan mengingatkan bagi saya sendiri, judulnya “Ikhtiar”.

IKHTIAR

Cita-cita tanpa ikhtiar
Semu bak fatamorgana

Ikhtiar tanpa keberanian
sia-sia tak bermakna

Keberanian tanpa pengorbanan
bagai menyiapkan kegagalan

Pengorbanan tanpa keikhlasan
hanya memetik sengsara

Menderita

Dan tak lupa penulis sampaikan terimakasih kepada Joko Susilo yang telah berinisiatif menggerakan semangat Stop Dreaming Start Action di Indonesia ini, dimana jika banyak orang Indonesia yang bersedia mempraktekannya maka Indonesia ini akan bisa lebih maju daripada sekarang. Ayo kita buktikan : Sekarang juga !

BACA JUGA :   Kubah masjid di Kabupaten Ogan Komering Ulu

Leave a Comment